Kamis, 12 Juli 2012

Dampak Perilaku pada Pengguna Facebook

Dampak Perilaku pada Pengguna Facebook






Tugas artikel mata kuliah Teknologi Informasi Bisnis kelas G
Dosen pengampu : Adityawarman, S.E., M.Acc., Ak.

Bayu Wisnu Pradana
12030111130068
Akuntansi





Dampak Perilaku pada Pengguna Facebook

Sejarah Facebook

Facebook adalah sebuah social networking yang baru dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg. Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg lahir lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat .

Ide pembuatan Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg bersekolah di Exeter High School, New Hampshire.Saat itulah dia berkenalan dengan Adam D’Angelo. Zuckerberg lulus dan masuk Harvard University. Ia membuat Facebook dan diluncurkan pada tahun 2004. Dalam waktu singkat duapertiga mahasiswa Harvard menjadi pengguna Facebook. Teman sekamarnya, Dustin Moskovitz dan Chris Hugh, berhasil mengembangkan facebook ke Universitas Stanford, Columbia, Yale, Ivy College, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah Boston. Dalam waktu singkat, mereka meluncurkan Facebook ke 30 sekolah.
Zuckerberg bersama Moskovitz dan beberapa teman lain pindah ke Palo Alto, California, liburan musim panas 2004 menyewa rumah kecil buat kantor. Di kantornya itulah Zuckerberg bertemu Peter Thiel, pendiri Paypal, yang memberikan dana sebesar US$ 500.000,merupakan investor pertama. pada akhir tahun 2005, Facebook telah mencakup sekitar 2.000 kampus dan 25.000 sekolah menengah atas di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, Puerto Riko, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia.
Pada April 2006, investor pertama situs ini, yaitu Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners, menambah investasi di Facebook dengan menyetorkan dana US$ 25 juta.

Dia juga memberikan fasilitas Facebook Notes. Fitur baru ini merupakan fitur blogging yang memungkinkan pengguna memberikan tagging, memasukkan gambar, dan fitur-fitur lainnya. Selain itu, pengguna bisa mengimpor blog dari situs Xanga, LiveJournal, Blogger, dan situs blogging lainnya.

Peter Thiel, memprediksi pendapatan situs ini pada 2015 nanti bisa mencapai US$ 1 miliar. Pada saat itu, nilai perusahaan pun bakal ikut meroket menjadi sekitar US$ 8 miliar. Ada juga iklan baris gratis di Facebook. Fitur yang diberi nama Facebook Marketplace ini diluncurkan pada 14 Mei 2007. Layanan baru ini pun langsung menjadi pesaing perusahaan-perusahaan online lain.

Facebook membeli perusahaan Parakey Inc., dari Blake Ross dan Joe Hewitt, pada Juli 2007. Parakey adalah produsen aplikasi komputer yang mempermudah transfer data berupa tulisan, gambar, dan video ke sebuah situs di internet. Bill Gates, pada Oktober 2007 membeli 1,6% saham Facebook seharga US$ 240 juta. Pasalnya, Zuckerberg tidak berniat menjual semua saham Facebook sekaligus. Alasannya sederhana dan sungguh mulia, dia ingin Facebook tetap independen.

Pada 7 November 2007, facebook meluncurkan layanan terbaru berupa pemasangan iklan dengan sistem yang disebut Facebook Beacon. Triliuner Hongkong, Li Ka-shing, tertarik untuk menanamkan modal senilai US$ 60 juta di Facebook pada 30 November 2007.

Sekarang jumlah pegawainya sendiri telah mencapai 400 orang. Namun, Facebook adalah perusahaan unik. Para eksekutif dan petingginya masih berusia muda, antara 24 tahun-37 tahun. Markas besar Facebook lebih mirip asrama mahasiswa. Para pegawai, yang setiap hari mendapat jatah makan gratis, bekerja sambil melakukan kegiatan favoritnya. Ada yang bermain gitar, bersepeda, bermain pesawat kontrol, atau bergoyang ditemani musik dari seorang disc jockey (DJ). Celana pendek dan sandal jepit adalah kostum favorit mereka di kantor.


Pengguna Facebook di Indonesia

Indonesia merupakan pengguna Facebook di urutan nomor empat dunia setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Ada 42 juta pengguna Facebook dari Indonesia dari total pengguna situs jejaring sosial itu yang berjumlah 900 juta.

Menurut kantor berita AFP, Rabu (16/5/2012), Facebook mengalahkan situs pesaingnya, seperti Friendster, MySpace di Asia. Ini didorong oleh banyaknya warga, serta adanya kebutuhan bagi jutaan pekerja migran yang bekerja dengan jarak berjauhan dari negara asal dan keluarga. Faktor ini turut membuat Indonesia masuk dalam radar Facebook.
Indonesia, Thailand, Filipina, serta Vietnam termasuk negara-negara dengan penggunaan waktu lebih lama di dunia online. Ini antara lain dihabiskan untuk menonton video, dan lainnya. Situs Friendster pernah merajai di Indonesia, tetapi Facebook melakukan aplikasi agar situs ini bisa diakes di Blackberry dan di sejumlah gadget. "Karena itu dalam waktu cepat, Indonesia negara Friendster yang berubah menjadi sebuah negara Facebook," kata Tom Crampton, Kepala Media Sosial Asia, dari perusahaan raksasa periklanan, Ogilvy & Mather.

Di Indonesia, Facebook menjadi saran bagi pengguna untuk menantang keadaan sosial yang tidak beres, yang harus menjadi perhatian pemerintah. Facebook juga menjadi tantangan bagi mereka yang terlalu mempertahankan pandangan konservatif.

Perilaku Akibat Menggunakan Facebook
Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook, telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat. Pengaruh luar biasa dari facebook ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain. Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna facebook. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini:

1. Tak jujur dalam status
Sebanyak 24 persen facebooker tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai 'opsi terbuka' pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat, sebanyak 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.


2. Sarana "Flirting"
Sebanyak 70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

3. Membakar cemburu
Sebanyak 59 persen pengguna mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise PhD dari University of Guelph mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburu.

4. Bencana "posting wall"
Sebanyak 29 persen pengguna mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvei menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dia lakukan di Facebook (baik kiriman di wall, komentar, maupun foto).

5. Pilih teman yang menarik
Sebanyak 55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan berteman pada orang tak dikenal, tetapi berpenampilan menarik.

6. Cari mantan kekasih
Sebanyak 85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.

7. Mengintai pacar atau mantan pacar
Sebanyak 59 persen facebooker selalu "mengintai" profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain.

8. Cinta lama bersemi kembali
Sebanyak 32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Sedangkan sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook. 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu, sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.

9. Membobol akun pasangan
Ada 23 persen responden yang mengaku pernah membobol atau meng-hack akun pasangannya di Facebook. Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85 persen mengaku diberi tahu password-nya, 16 persen menebak password-nya, dan 9 persen responden sengaja meng-hack akun Facebook pasangan.


10. Ajang selingkuh
Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain.

Di Indonesia, berbagai usia mengakses facebook dengan bebas. Kebanyakan pengguna facebook di Indonesia adalah kaum remaja. Pengguna facebook menghabiskan waktu luang mereka untuk mengakses facebook.kebanyakan pengguna facebook yang berstatus mahasiswa pun lebih senang mengakses facebook daripada membaca buku ataupun. Perilaku seperti ini merupakan pemborosan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar