MANFAAT
TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI HIBURAN
A. TEKNOLOGI DAN INDUSTRI HIBURAN
Di zaman milenium seperti sekarang
ini, teknologi merupakan kebutuhan mendasar setiap individu untuk menjalankan
aktivitas. Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak manusia diciptakan, tapi
bersifat sangat sederhana. Teknologi yang sangat sederhana dinilai tidak
praktis malah merepotkan. Teknologi berkembang pesat sejak terjadi revolusi
industri yang diprakarsai oleh inggris.
Sejak itu, semua benda yang dipakai oleh manusia merupakan proses dari rekayasa teknologi rumit. Dan itu memang berhasil, teknologi mulai berubah menjadi suatu kebutuhan bagi manusia karena memudahkan dalam setiap aktivitas. Kita bisa mengambil contoh langsung dalam kehidupan kita. Seperti komputer, teknologi yang canggih ini yang banyak berperan dalam kehidupan kita tanpa kita sadari.
Industri hiburan merupakan industri
yang memang sangat membutuhkan teknologi untuk tetap berkembang. Karena di
setiap proses produksi industri ini, pasti terdapat teknologi yang
mendukungnya. Bayangkan bila industri film tidak ada komputer, bagaimana para
editor bisa mengedit film tersebut. Dan bila industri musik tidak terdapat
gitar, bagaimana musik dapat berirama tanpa suara gitar.
Industri
hiburan sangat terpengaruh oleh perubahan teknologi dari masa ke masa. Pada,
zaman 1990 seluruh film terlihat sangat kaku dan tidak menarik. Tapi sejak era
2000-an perubahan film berubah drastis menjadi lebih hidup dan 3D.
Industri
hiburan terbagi menjadi 2 industri :
·
Industri film
·
Industri musik
B. INDUSTRI FILM
Pada awal tahun 1990-an pertama kali
Televisi diperkenalkan ke publik. Pada saat itu televisi merupakan teknologi
mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas saja. Dan teknologi yang
digunakan dalam pembuatan film juga sangat sederhana, serta tayangannya hanya
berwarna hitam-putih saja. Ini merupakan cikal bakal berkembangnya perusahaan
film yang terkenal sampai sekarang. Seperti hollywood, dan walt disney.
Selanjutnya pada tahun 1953 siaran televisi
berubah menjadi lebih berwarna. Sehingga lebih membuat nyaman para pengguna
televisi serta lebih membuat kesan hidup dalam menonton film. Siaran televisi
lebih berkembang lagi pada tahun-tahun selanjutnya hingga sampai pada era
sekarang dengan menggunakan teknologi 3D.
1. PERUSAHAAN PRODUKSI
Sebuah
perusahaan produksi bertanggung jawab untuk pengembangan dan pembuatan film
produksi tertentu atau siaran media. Dalam hiburan, proses produksi dimulai
dengan pengembangan suatu proyek tertentu. Setelah naskah akhir ini telah
dihasilkan oleh skenario, produksi masuk ke dalam tahap pra-produksi.
Dalam
pra-produksi, aktor yang didatangkan dipersiapkan untuk peran mereka, para kru
telah didatangkan, lokasi syuting ditemukan, set yang dibangun atau diperoleh,
dan izin pengambilan gambar yang tepat diperoleh untuk di lokasi syuting.
Setelah
syuting selesai, produksi masuk ke pasca produksi, yang ditangani oleh sebuah
perusahaan produksi awal dan diawasi oleh perusahaan produksi. Mengedit, musik,
efek visual, kembali rekaman dialog, dan efek suara yang "campuran"
untuk membuat film terakhir, yang kemudian diputar di skrining akhir.
Pemasaran
juga diluncurkan selama fase ini, seperti rilis trailer dan poster. Setelah
film terakhir telah disetujui, film ini diambil alih oleh distributor, yang
kemudian merilis film.
2. PENG-EDITAN FILM
2.A TEKNOLOGI PENGEDITAN
Sebelum
meluasnya penggunaan sistem non-linear editing, editing awal dari semua film
itu dilakukan dengan salinan positif dari film negatif disebut workprint film
(copy pemotongan di Inggris) dengan fisik memotong dan menyisipkan
potongan-potongan film, menggunakan splicer sebuah dan threading film pada
mesin dengan penampil seperti Moviola, atau "flatbed" mesin seperti
K.-E.-M. atau Steenbeck.
Saat ini, kebanyakan film edited
digital (pada sistem seperti Avid atau Cut Akhir Pro) dan memotong workprint
film positif sama sekali. Di masa lalu, penggunaan film positif (bukan negatif
asli) memungkinkan editor untuk melakukan sebanyak bereksperimen karena ia
berharap, tanpa risiko merusak yang asli.
2.B PROSES PENGEDITAN
Ada
beberapa tahap mengedit dan memotong. editor adalah yang pertama. Potong Sebuah
editor (kadang-kadang disebut sebagai "potong kasar") biasanya berasal
dari apa film terakhir akan menjadi saat mencapai akhir gambar.
3.C DISTRIBUSI FILM
Distribusi adalah proses pembuatan
suatu produk atau jasa tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen
atau pengguna bisnis, menggunakan cara langsung, atau menggunakan cara tidak
langsung dengan perantara. Ada tiga bagian dari distribusi yaitu :
·
Produk
·
Harga
·
Promosi
Semua
tahap dalam pembuatan film sangat membutuhkan teknologi. Jika tidak ada teknologi
yang mendukung maka dapat dipastikan pembuatan suatu film tidak akan selesai.
Walaupun film dinilai dari ide ceritanya tapi dukungan teknologi juga harus
diperlukan untuk membuat film terkesan lebih menarik dan hidup.
Perubahan teknologi dari masa ke masa juga
dapat terlihat dari perkembangan film. Semakin canggih teknologi pada suatu
masa maka film akan semakin bagus.
C. INDUSTRI MUSIK
Musik sudah ada sejak zaman dinasti
abbasiyah, yaitu zaman dimana era keemasan islam. pada saat itu alat musik
hanya berupa alat musik pukul saja. Seiring berkembangya zaman dan teknologi,
alat musik ikut berevolusi menjadi lebih canggih dan modern.
Serta semakin canggih teknologi yang
dipakai maka banyak juga bermunculan aliran musik yang berbeda-beda.
1. PEREKAM SUARA
Pertama kali
diperkenalkan piringan hitam untuk menyimpan lagu-lagu pada tahun 1948. Dari
segi fisik piringan hitam agak besar dan berat. Selain itu kapasitas merekam
dalam piringan hitam hanya sedikit, yaitu kira-kira dua lagu saja. Dan juga
piringan hitam pada masa itu harganya sangat mahal sehingga hanya kalangan atas
saja yang mempunyainya.
Karena
banyak kekuranganya maka diciptakanlah kaset (audio kaset) yang berbentuk lebih
kecil dan praktis dari pada piringan hitam. Kaset mulai di produksi masal
sekitar tahun 1970-an. Kapasitas dalam kaset lebih besar yaitu sekitar 120
menit. Dan sangat mudah untuk dipergunakan.
Yaitu
dengan merekam suara dan langsung memindahkanya dalam kaset. Sehingga para
musisi banyak yang berpindah menggunakan kaset semua. Tetapi kaset ini lebih
sensiti dan cepat rusak dibanding piringan hitam pada zaman sebelumnya.
Melihat
kelemahan ini, pada tahun 1980 diperkenalkanlah CD (Compact Disk). Cd berbentuk
bundar dan lebih tipis dari pada kaset. Kualitas CD lebih baik daripada kaset.
Dan CD tidak cepat rusak. Selain itu kapasitas merekamnya jauh lebih besar
daripada kaset.
Seiring
berkembangnya waktu muculah MP3. MP3 dinilai sangat praktis karena bisa
didownload dari mana saja.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar