Rabu, 11 Juli 2012

TUGAS AKHIR TIB


MANFAAT TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI HIBURAN
A. TEKNOLOGI DAN INDUSTRI HIBURAN
            Di zaman milenium seperti sekarang ini, teknologi merupakan kebutuhan mendasar setiap individu untuk menjalankan aktivitas. Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak manusia diciptakan, tapi bersifat sangat sederhana. Teknologi yang sangat sederhana dinilai tidak praktis malah merepotkan. Teknologi berkembang pesat sejak terjadi revolusi industri yang diprakarsai oleh inggris. 




            Sejak itu, semua benda yang dipakai oleh manusia merupakan proses dari rekayasa teknologi rumit. Dan itu memang berhasil, teknologi mulai berubah menjadi suatu kebutuhan bagi manusia karena memudahkan dalam setiap aktivitas. Kita bisa mengambil contoh langsung dalam kehidupan kita. Seperti komputer, teknologi yang canggih ini yang banyak berperan dalam kehidupan kita tanpa kita sadari.

            Industri hiburan merupakan industri yang memang sangat membutuhkan teknologi untuk tetap berkembang. Karena di setiap proses produksi industri ini, pasti terdapat teknologi yang mendukungnya. Bayangkan bila industri film tidak ada komputer, bagaimana para editor bisa mengedit film tersebut. Dan bila industri musik tidak terdapat gitar, bagaimana musik dapat berirama tanpa suara gitar.
Industri hiburan sangat terpengaruh oleh perubahan teknologi dari masa ke masa. Pada, zaman 1990 seluruh film terlihat sangat kaku dan tidak menarik. Tapi sejak era 2000-an perubahan film berubah drastis menjadi lebih hidup dan 3D.

Industri hiburan terbagi menjadi 2 industri :
·         Industri film

·         Industri musik



B. INDUSTRI FILM

            Pada awal tahun 1990-an pertama kali Televisi diperkenalkan ke publik. Pada saat itu televisi merupakan teknologi mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas saja. Dan teknologi yang digunakan dalam pembuatan film juga sangat sederhana, serta tayangannya hanya berwarna hitam-putih saja. Ini merupakan cikal bakal berkembangnya perusahaan film yang terkenal sampai sekarang. Seperti hollywood, dan walt disney. 



 Selanjutnya pada tahun 1953 siaran televisi berubah menjadi lebih berwarna. Sehingga lebih membuat nyaman para pengguna televisi serta lebih membuat kesan hidup dalam menonton film. Siaran televisi lebih berkembang lagi pada tahun-tahun selanjutnya hingga sampai pada era sekarang dengan menggunakan teknologi 3D.
1. PERUSAHAAN  PRODUKSI
         

Sebuah perusahaan produksi bertanggung jawab untuk pengembangan dan pembuatan film produksi tertentu atau siaran media. Dalam hiburan, proses produksi dimulai dengan pengembangan suatu proyek tertentu. Setelah naskah akhir ini telah dihasilkan oleh skenario, produksi masuk ke dalam tahap pra-produksi.
Dalam pra-produksi, aktor yang didatangkan dipersiapkan untuk peran mereka, para kru telah didatangkan, lokasi syuting ditemukan, set yang dibangun atau diperoleh, dan izin pengambilan gambar yang tepat diperoleh untuk di lokasi syuting.
Setelah syuting selesai, produksi masuk ke pasca produksi, yang ditangani oleh sebuah perusahaan produksi awal dan diawasi oleh perusahaan produksi. Mengedit, musik, efek visual, kembali rekaman dialog, dan efek suara yang "campuran" untuk membuat film terakhir, yang kemudian diputar di skrining akhir.
Pemasaran juga diluncurkan selama fase ini, seperti rilis trailer dan poster. Setelah film terakhir telah disetujui, film ini diambil alih oleh distributor, yang kemudian merilis film.
2. PENG-EDITAN FILM
           
           

           
2.A TEKNOLOGI PENGEDITAN
            Sebelum meluasnya penggunaan sistem non-linear editing, editing awal dari semua film itu dilakukan dengan salinan positif dari film negatif disebut workprint film (copy pemotongan di Inggris) dengan fisik memotong dan menyisipkan potongan-potongan film, menggunakan splicer sebuah dan threading film pada mesin dengan penampil seperti Moviola, atau "flatbed" mesin seperti K.-E.-M. atau Steenbeck.
            Saat ini, kebanyakan film edited digital (pada sistem seperti Avid atau Cut Akhir Pro) dan memotong workprint film positif sama sekali. Di masa lalu, penggunaan film positif (bukan negatif asli) memungkinkan editor untuk melakukan sebanyak bereksperimen karena ia berharap, tanpa risiko merusak yang asli.
2.B PROSES PENGEDITAN
Ada beberapa tahap mengedit dan memotong. editor adalah yang pertama. Potong Sebuah editor (kadang-kadang disebut sebagai "potong kasar") biasanya berasal dari apa film terakhir akan menjadi saat mencapai akhir gambar.
3.C DISTRIBUSI FILM
            Distribusi adalah proses pembuatan suatu produk atau jasa tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis, menggunakan cara langsung, atau menggunakan cara tidak langsung dengan perantara. Ada tiga bagian dari distribusi yaitu :
·         Produk
·         Harga
·         Promosi

Semua tahap dalam pembuatan film sangat membutuhkan teknologi. Jika tidak ada teknologi yang mendukung maka dapat dipastikan pembuatan suatu film tidak akan selesai. Walaupun film dinilai dari ide ceritanya tapi dukungan teknologi juga harus diperlukan untuk membuat film terkesan lebih menarik dan hidup.
      Perubahan teknologi dari masa ke masa juga dapat terlihat dari perkembangan film. Semakin canggih teknologi pada suatu masa maka film akan semakin bagus.
C. INDUSTRI MUSIK
            Musik sudah ada sejak zaman dinasti abbasiyah, yaitu zaman dimana era keemasan islam. pada saat itu alat musik hanya berupa alat musik pukul saja. Seiring berkembangya zaman dan teknologi, alat musik ikut berevolusi menjadi lebih canggih dan modern.
            Serta semakin canggih teknologi yang dipakai maka banyak juga bermunculan aliran musik yang berbeda-beda.


1. PEREKAM SUARA
          Pertama kali diperkenalkan piringan hitam untuk menyimpan lagu-lagu pada tahun 1948. Dari segi fisik piringan hitam agak besar dan berat. Selain itu kapasitas merekam dalam piringan hitam hanya sedikit, yaitu kira-kira dua lagu saja. Dan juga piringan hitam pada masa itu harganya sangat mahal sehingga hanya kalangan atas saja yang mempunyainya.
           
           


Karena banyak kekuranganya maka diciptakanlah kaset (audio kaset) yang berbentuk lebih kecil dan praktis dari pada piringan hitam. Kaset mulai di produksi masal sekitar tahun 1970-an. Kapasitas dalam kaset lebih besar yaitu sekitar 120 menit. Dan sangat mudah untuk dipergunakan.
Yaitu dengan merekam suara dan langsung memindahkanya dalam kaset. Sehingga para musisi banyak yang berpindah menggunakan kaset semua. Tetapi kaset ini lebih sensiti dan cepat rusak dibanding piringan hitam pada zaman sebelumnya.
Melihat kelemahan ini, pada tahun 1980 diperkenalkanlah CD (Compact Disk). Cd berbentuk bundar dan lebih tipis dari pada kaset. Kualitas CD lebih baik daripada kaset. Dan CD tidak cepat rusak. Selain itu kapasitas merekamnya jauh lebih besar daripada kaset.
Seiring berkembangnya waktu muculah MP3. MP3 dinilai sangat praktis karena bisa didownload dari mana saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar